Slackware secara default menyertakan pkgtool untuk manajemen paket. Pkgtool memiliki kemampuan untuk menginstall, uninstall, upgrade, dan melihat paket-paket yang sudah terinstall di sistem Slackware. Yang membedakan pkgtool dengan package management tool lainnya semisal urpmi, apt, dan yum adalah pkgtool tidak memiliki kemampuan untuk melakukan pengecekan dependensi. Karena hal inilah banyak orang yang mengatakan bahwa Slackware tidak memiliki package management tool. Tentu saja pernyataan tersebut salah. Slackware memiliki package management tool, hanya saja package management tool Slackware tidak memiliki kemampuan untuk pengecekan dependensi.
Pkgtool sebenarnya adalah program berbasis ncurses. Ketika pengguna mengetikkan ‘pkgtool’ maka akan muncul menu untuk manajemen package seperti instalasi, uninstall, dan melihat paket yang sudah terinstall. Namun, kebanyakan pengguna Slackware sangat jarang mengetikkan ‘pkgtool’ di konsole nya. Mereka lebih suka menggunakan versi command line seperti ‘installpkg’, ‘removepkg’, dan ‘upgradepkg’ karena lebih praktis.
Selain pkgtool, ada beberapa package management tool lain yang dapat digunakan di Slackware, misalnya: slackpkg, sbopkg, dan slapt-get. Package management tool tidak resmi tersebut tentu saja dibuat untuk melengkapi kekurangan-kekurangan yang ada di pkgtool. Dengan demikian, diharapkan pengguna lebih mudah untuk melakukan manajemen paket.
Berikut beberapa package management tool tidak resmi Slackware:
- Slackpkg
- Xpkgtool
- Sbopkg
- Slapt-get
- Swaret
- Slackpack
- Spkg
- Slapkg
Tool ini sudah otomatis disertakan jika kita menginstall Slackware secara full. Kelebihan tool ini dibandingkan pkgtool adalah kemampuannya untuk mendownload package secara otomatis dari mirror resmi Slackware. Selain itu, slackpkg juga memiliki kemampuan untuk mengupdate paket. Pengaturan mirror yang kita pilih untuk mendownload paket berada di file /etc/slackpkg/mirrors.
Situs resmi: www.slackpkg.org
Xpkgtool hanyalah versi GUI dari pkgtool. Meski demikian, xpktool dilengkapi dengan software Slackgrade yang dapat digunakan untuk mengupgrade Slackware.
Situs resmi: xpkgtool.sourceforge.net
Sbopkg adalah tool manajemen paket Slackware yang memungkinkan pengguna melakukan sinkronisasi dengan Slackbuilds.org. Sbopkg memiliki fitur untuk mendonwload source code secara otomatis dari Slackbuilds.org, mengecek md5sum, dan kemudian mem-build dan menginstall paket tersebut. Sbopkg juga dapat mencari paket yang kita inginkan dari Slackbuilds.org.
Situs resmi: www.sbopkg.org
Slapt-get adalah tiruan management package tool milik Debian yaitu apt sehingga slapt-get dapat melakukan pengecekan dependensi. Slapt-get juga memiliki kemampuan mendownload paket secara otomatis dari mirror resmi Slackware maupun dari repository tidak resmi seperti www.linuxpackages.net dan www.slacky.eu. Dengan tool ini, pengguna tidak akan direpotkan lagi dengan pengaturan dependensi Slackware yang serba manual.
Saya sendiri lebih memilih untuk mengatur dependensi secara manual biar cita rasa Slackware tidak hilang. That’s the way we like it. ![]()
Situs resmi: software.jaos.org
Swaret sangat mirip dengan slapt-get. Tool ini menyediakan dependecy checking, dan dapat mendownload paket secara otomatis dari mirror maupun repository tidak resmi.
Situs resmi: swaret.sourceforge.net
Slackpack memiliki interface berupa grafik(GUI). Tool ini dapat mendownload paket secara otomatis dari server repository, mengubah paket .deb dan .rpm ke .tgz, dan membuat paket .tgz dari source code.
Situs resmi: slackpackpkgman.wordpress.com
Kecepatan adalah kelebihan tool ini. Spkg ditulis dengan bahasa C dan dioptimasi agar dapat menjalankan tugasnya lebih cepat dibandingkan dengan pkgtool yang hanya berupa shell script. Spkg juga memiliki kemampuan untuk menginstall paket secara safe mode.
Situs resmi: spkg.megous.com
Seperti spkg, slapkg juga dibuat karena pkgtool dinilai sangat lambat. Slapkg dibuat dengan menggunakan pyton. Slapkg juga memiliki kemampuan untuk mendownload paket secara otomatis dari mirror Slackware.
Situs resmi: code.google.com/p/slapkg







Apapun tools tambahannya, jika sudah memilih jalan hidup ala slacky, kayaknya tetep bakal pilih manual. Kalo ngga gitu, apalagi ciri slackware?
setuju mas, ga rasa slackware kalo ga serba manual

selain slapt-get dan swaret tool2 tambahan itu maksimal cuma membantu mencari paket di mirror dan repository, ga macem2 dengan pengecekan dependesi
jadi klo pake selain slapt-get dan swaret, rasa slackware nya masih kental
saya sendiri cuma pake pkgtool, jarang memanfaatkan slackpkg
KISS!