Skip to content

Categories:

Install Gentoo

Akhirnya saya berhasil juga menginstal gentoo. Ini adalah usaha kedua saya. Usaha pertama dianggap gagal karena network card tidak kedeteksi. Padahal kalo mau recompile ulang kernel, network card pasti bisa dideteksi. Entah kenapa dulu saya memutuskan untuk menyerah dan menginstal distro lain.

Instalasi gentoo kali ini memakan waktu hampir 24 jam. Hampir setengahnya untuk konfigurasi kernel dan setengahnya lagi untuk menginstal gnome. Konfigurasi kernel terbilang cukup lama karena awalnya saya mengkonfigurasi secara manual merujuk ke kernel-seeds.org. Kemudian setelah kernel dicompile saya baru ingat ada paket genkernel yang bisa digunakan untuk konfigurasi kernel secara otomatis. Akhirnya saya putuskan untuk mengcompile ulang kernel menggunakan genkernel dengan harapan instalasi gentoo bisa berjalan lebih lancar. File konfigurasi kernel secara manual tetap saya simpan untuk optimasi gentoo di waktu mendatang. happy

Masih banyak yang harus dioprek setelah gentoo beserta gnome terinstall, di antaranya: gentoo masih bisu, tidak bisa mount ext4, dan masalah driver broadcom sta. Berharap masalah tsb bisa segera teratasi sehingga gentoo bisa dijadikan selingkuhan yang nyaman. laughing

Related Posts:

Posted in linux.

Tagged with , , , .


27 Responses

Stay in touch with the conversation, subscribe to the RSS feed for comments on this post.

  1. gadgetboi
    using Firefox 3.6.6 on Windows XP

    baca ajah udah pusing tongue
    saya mah yang mudah-mudah dulu ajah …

    • rusyd
      using Google Chrome 5.0.375.86 on Slackware

      cuma buat iseng aja kok, hobby happy
      ada kepuasan tersendiri saat berhasil
      walaupun setelah ini ada kemungkinan diganti distro lain laughing
      mudah2an sih cocok dg gentoo

  2. nearie
    using Firefox 3.6.3 on Windows XP

    witing tresno jalaran seka kulino..nek kulino nganggo Gentoo, engko ya tresno.hehehe..iya mbok?

  3. Reza Fauzi
    using Firefox 3.6.8 on Ubuntu 9.10

    wah pakai gentoo ya, apa sih kelebihannya dibanding ubuntu?

  4. gadgetboi
    using Namoroka 3.6.9pre on Ubuntu 10.04

    emang enak sih pake gentoo dan arch, serasa ‘membangun rumah’ sendiri, bukan hasil ‘Agung Sedayu grup’ big grin … pengen sih nyobain. tapi kayaknya saya harus “khatam” dulu jurus-jurus Slackware yah baru nanti di gentoo enggak pusing dengan bahasa “compiling kernel” hehehe tongue

    • rusyd
      using Google Chrome 5.0.375.86 on Slackware

      Compile kernel pake aja genkernel, ga perlu repot2, tinggal diedit sedikit sesuai kebutuhan. happy
      Di slackware juga saya malah belum pernah compile kernel sendiri, setelah nyoba gentoo baru kepikiran buat optimasi kernel slackware. big grin
      Ga repot2 amat kok membangun gentoo soalnya udah ada portage yg powerfull, selain itu dokumentasi gentoo juga paling lengkap menurut saya.

  5. nubitux
    using SRWare Iron 4.0.275.2 on GNU/Linux

    akhire nganggo distro rolling release jg big grin

    mantapsurantap! happy

  6. cidtux
    using Firefox 3.6.6 on PCLinuxOS 2010

    klo masih bujang sih, enak bisa oprek 24 jam nonstop, nek wes ndue bojo… weleh2 iso2 dikepruki… big grin

    • rusyd
      using Google Chrome 5.0.375.86 on Gentoo

      Bener juga mas laughing
      Kebetulan saya juga lg liburan, jadi lagi bisa bebas ngoprek
      Kemaren waktu banyak tugas juga ga sempet ngoprek, blog bahkan terbengkalai lebih dari 3 bulan blushing

  7. Haeruna
    using Firefox 3.5.4 on Windows XP

    waa ga pake linux

  8. hajime
    using Firefox 3.6.6 on GNU/Linux

    ah, aku gak pake linux tuh big grin

  9. dani
    using Firefox 3.6.8 on Arch Linux

    rusyd,
    Apa ngga kasihan tuh komputer diperkosa buat compile terus [alasan pindah ke Arch Linux]?
    Untuk mesin nonproduktif, Gentoo bagus buat pemelajaran. Tapi sudah sedikit lebih otomatis dibanding Slackware.

    • rusyd
      using Google Chrome 5.0.375.125 on Slackware

      hanya permulaan saja mas komputer dipaksa kompile seharian
      setelah itu, paling cuma seminggu sekali happy
      kenapa pindah arch karena masalah kompile? kan bisa juga install paket langsung binary-nya, ga usah compile thinking
      klo sudah terinstall, rasanya lebih mudah gentoo dibandingkan slackware happy

      OOT:
      apa “pe+belajar+an = pemelajaran” karena ada “el” dalam belajar?
      seperti “pe+telusur+an = penelusuran” ?
      kenapa mengapa bukan “pembelajaran”?
      bukankah “telusur” adalah kata dasar sedangkan “belajar” sudah mendapatkan imbuhan “ber”? thinking

      • dani
        using Firefox 3.6.8 on Arch Linux

        rusyd,
        Untuk paket berukuran besar seperti OpenOffice, saya pakai paket ‘binary’. Kecuali tahan menunggu ‘compile’ sekitar 6-7 jam lebih di notebook standar waktu itu.

        Biasanya hanya paket berukuran besar yang tersedia paket ‘binary’ siap pakai. Atau pakai distro Sabayon sekalian yang memang berbasis ‘binary’ Gentoo.

        Dibanding Slackware & Gentoo, tentu saja lebih praktis Linux Arch [teuteup...]. Ada skrip init seperti Slackware & Gentoo, plus kemudahan ‘upgrade’. Kalau ‘khatam’ SlackBook & ArchWiki, sepertinya apapun distronya sama saja. big grin

        [OOT] Tentang “pembelajaran vs pemelajaran”, coba ‘Googling’, nanti ketemu jawaban jelasnya. Pernah dimuat di Kompas tahun 2003. Ditulis ulang oleh blog pondok bahasa di wordpress.com.
        Pembelajaran = menjadikan/membuat belajar. Seperti pada kata ‘pemberdayaan’, ‘pemberhentian’.
        Pemelajaran = proses belajar. Pemelajar = orang yang belajar.

        • rusyd
          using Google Chrome 5.0.375.125 on Slackware

          yup, untuk konteks belajar linux memang lebih tepat pemelajaran karena biasanya tidak ada pembelajar dalam belajar linux thumbs up
          pembelajaran = proses menyebabkan orang lain belajar
          pemelajaran = proses belajar (objek diri sendiri)

  10. akhy
    using Firefox 3.6.8 on Windows XP

    haha, katanya gentoo itu distro paling geek ya? nyerah deh kalo udah urusan sama yg begonoan whistling

    • dani
      using Firefox 3.6.8 on Arch Linux

      Mari tempatkan distro Linux dengan sejajar. Kecuali di Distrowatch. happy

      • akhy
        using Firefox 3.6.8 on Windows XP

        saya distro mana aja gak masalah. paling suka ubuntu murni.. jadi kustomisasi leih leluasa.. udah pewe pake gnome sih.

        bhinneka tunggal kernel lah.. haha
        semuanya tergantung selera dan rasa big grin

      • rusyd
        using Google Chrome 5.0.375.125 on Slackware

        distro yg dipilih memang sangat tergantung selera dan kebutuhan pengguna
        meskipun sudah install gentoo, saya masih lebih suka bekerja di slackware
        kadang juga masih merindukan kemudahan ubuntu happy



Some HTML is OK

or, reply to this post via trackback.