Kurang lengkap rasanya bekerja dengan komputer tapi tidak tahu bagaimana keadaan komputer yang sedang digunakan. Hal inilah yang saya rasakan beberapa waktu lalu setelah menginstall ulang Slackware di laptop saya. Saya bingung kenapa tiba-tiba fan berputar kencang. Berapa sebenarnya temperatur sistem? Atau apakah ada yang tidak beres dengan kernel? Untuk menjawab pertanyaan ini saya perlu mengingat di mana file yang berisi informasi temperatur CPU dan kemudian membaca file tersebut lewat konsole. Hal ini tentu sangat tidak praktis. Di lain waktu saya ingin tahu berapa kecepatan internet yang sedang saya gunakan. Apakah sudah sesuai dengan yang dijanjikan operator? Dengan system monitor, keadaan komputer seperti itu dapat dengan mudah diketahui.
Desktop KDE default Slackware belum menyertakan system monitor atau lebih tepatnya system monitor yang sesuai dengan keinginan saya. Kriteria system monitor idaman saya di antaranya tidak terlalu memakan ruang desktop sehingga menyebabkan kita harus mengecilkan window dulu untuk membaca system monitor. Kriteria lainnya adalah sederhana dan tidak menjadikan desktop terkesan semrawut. Saya memang lebih menyukai clean desktop, makanya hampir tidak ada icon ataupun widget di desktop KDE saya padahal KDE terkenal dengan widget-widgetnya.
Setelah saya search di kde-look.org ternyata tidak ada system monitor yang menurut saya memenuhi dua kriteria tersebut. System monitor yang sesuai dengan keinginan saya malah kebanyakan menggunakan conky yang notabene aplikasi gnome bukan KDE. Terpaksa saya harus membuat sendiri system monitor berbasis superkaramba. Superkaramba dipilih karena sangat mudah digunakan.
Begini penampakan system monitor yang sudah saya buat. System monitor yang memang sengaja didesain sederhana dan hanya menampilkan informasi yang sering saya butuhkan.
He he he, saking menghemat space sampai-sampai skrinsut sistem monitor nya tidak kelihatan. Sistem monitornya yang di bagian atas desktop lho… ![]()






pertamaaaaax!
sayange superkaramba butuh destop efek
sida nganggo conky gan?
ora sida, polosan bae siki
mending conky gan
udah ga pake kde ya?
yup
sekarang berpihak ke kubu gnome karena tuntutan spek yang pas”an
mang Conky ra isa nang KDE pow??bukane universal??
ingung:
conky tidak support 100% kde, perlu dioprek
contoh tidak supportnya seperti apa?
takon simbah ae, salah sijine karna KDE apdete cpet CMIIW
sing paling mengganggu: ora bisa transparant
wew.saya setia ama conky .soalnya pake gnome
saya baru ‘lulus’ pake conky setelah sekian lama error
… makanya lagi enjoy banget pake conky color …
kalau pake kubuntu nyobain ah …
ini mas ada yang lucu “hot-babe” , komputer bekerja dengan keras , gambar nya juga semakin menantang
owh, yg sistem monitor pake babe itu ya?
wah nanti malah ga konsen mas
hahaha iya mas , manteb tu.